Senin, 14 April 2014

Memperkokoh Pengetahuan dalam Workshop Ilmu Hadist


Foto: Memperkokoh Pengetahuan dalam Workshop Ilmu Hadist 

Workshop yang di Motori Ust, Yayan Hahafi, S.Kom.I. S.Pd.I, Merupakan workhop yang multimental serta berdampak ilmu pengetahuan yang lebih baik ketika mengikuti workshop tersebut, antuasias mahasiswa sangatlah mengebu - gebu tentang pembhasan hadist tersebut.
Hadits adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi Muhammad saw, baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, sifat-sifat, keadaan dan himmah nya Taqrir adalah perbuatan atau keadaan sahabat yang diketahui Rosulullah dan beliau mendiamkannya atau mengisyaratkan sesuatu yang menunjukkan perkenannya atau beliau tidak menunjukkan pengingkarannya.
Himmah adalah hasrat beliau yang belum terealisir, contohnya hadits riwayat Ibnu Abbas :
Dikala Rosulullah saw berpuasa pada hari Asura dan memerintahkan untuk dipuasai, para sahabat menghadap kepada Nabi, mereka berkata : Ya Rasulullah, bahwa hari ini adalah yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani, Rasulullah menyahuti : Tahun yang akan datang, Insya Allah aku akan berpuasa tanggal sembilan. (HR Muslim dan Abu Dawud) tetapi Rasulullah tidak sempat merealisasikannya, disebabkan beliau telah wafat.
Menurut Imam Syafii bahwa menjalankan himmah itu termasuk sunnah, tetapi Imam Syaukani mengatakan tidak termasuk sunnah karena belum dilaksanakan oleh Rasulullah. Khabar adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi dan para sahabat, jadi setiap hadits termasuk khabar tetapi tidak setiap khabar adalah hadits. Atsar adalah segala sesuatu yang lebih umum dari hadits dan khabar, yaitu termasuk perkataan tabiin, tabiit-tabiin dan para ulama salaf.
Biasanya perkataan yang disandarkan atau berasal dari selain Nabi disebut atsar. Sunnah adalah Jalan hidup atau kebiasaan yang ditempuh dalam berbuat dan beritiqad (berkeyakinan). Dikatakan sunnah Nabi jika itu disyariatkan, ditempuh dan diridloi oleh Nabi.
Hadits Qudsi adalah hadits yang mengandung kalimat langsung perkataan Allah, cirinya dimulai dengan Allah berkata
Perbedaan Hadits Qudsi dengan Al-Quran :
a. Semua lafad ayat-ayat Al-Quran adalah mukjizat dan mutawatir, sedang Hadits Qudsi tidak.
b. Perlakuan terhadap Al-Quran -dilarang menyentuhnya bagi yang berhadas kecil, dilarang membacanya bagi yang ber hadas besar- tidak berlaku bagi Hadits Qudsi.
c. Membaca Al-Quran setiap hurufnya mendatangkan pahala, sedang membaca Hadits Qudsi tidak.
d. Al-Quran semua susunan kata-katanya redaksinya berasal dari Allah, sedangkan Hadits Qudsi redaksi kata-katanya terserah Rasulullah.

Workshop adalah sebuah acara pembelajaran yang singkat dan intensif, dengan topik yang relatif sempit, dan biasanya menekankan pertukaran informasi, interaksi antar peserta, dan pembahasan yang sering bersifat tutorial dan cenderung teknis. Karena sifatnya yang lebih teknis, sering diberikan setelah ada pemberian informasi yang lebih menekankan teori, misalnya yang berbentuk seminar ataupun konferensi.  Misalnya kalau seminarnya tentang pentingnya business plan bagi UKM, maka workshopnya membahas tentang bagaimana cara membuat business plan yang baik dan menjual. Pembahasan lebih dalam terutama mengenai HOW TO, akan didapatkan dalam sebuah workshop. Penekanannya sering lebih ke arah aktivitas dan pengembangan keterampilan, dan banyak menggunakan prinsip-prinsip yang berhubungan dengan pembelajaran orang dewasa.

Sejak awal sesi, peserta  perlu mengetahui hasil yang diharapkan dari lokakarya ini dan mengapa penting bagi mereka untuk mencapainya. Tidak seperti peserta didik yang lebih muda, orang dewasa biasanya tidak termotivasi oleh nilai. Pembicara harus dengan jelas memperlihatkan tujuan pembelajaran lokakarya dan menjelaskan bagaimana peserta akan dapat menerapkan tujuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Instruksi untuk orang dewasa harus dibangun dengan cara menyelesaikan tugas atau memecahkan masalah yang peserta hadapi. Peserta juga harus diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman mereka sendiri sesuai topik yang dibicarakan. Hal ini membuat mereka terlibat dan memberikan contoh-contoh yang dapat digunakan untuk menggambarkan konsep-konsep kunci (tujuan) dari sesi lokakarya. Perancang workshop  perlu memusatkan untuk memberikan pengalaman belajar yang berkualitas.[]MZ
Workshop yang di Motori Ust, Yayan Hahafi, S.Kom.I. S.Pd.I, Merupakan workhop yang multimental serta berdampak ilmu pengetahuan yang lebih baik ketika mengikuti workshop tersebut, antuasias mahasiswa sangatlah mengebu - gebu tentang pembhasan hadist tersebut.
Hadits adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi Muhammad saw, baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, sifat-sifat, keadaan dan himmah nya Taqrir adalah perbuatan atau keadaan sahabat yang diketahui Rosulullah dan beliau mendiamkannya atau mengisyaratkan sesuatu yang menunjukkan perkenannya atau beliau tidak menunjukkan pengingkarannya.

Himmah adalah hasrat beliau yang belum terealisir, contohnya hadits riwayat Ibnu Abbas :
Dikala Rosulullah saw berpuasa pada hari Asura dan memerintahkan untuk dipuasai, para sahabat menghadap kepada Nabi, mereka berkata : Ya Rasulullah, bahwa hari ini adalah yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani, Rasulullah menyahuti : Tahun yang akan datang, Insya Allah aku akan berpuasa tanggal sembilan. (HR Muslim dan Abu Dawud) tetapi Rasulullah tidak sempat merealisasikannya, disebabkan beliau telah wafat.
Menurut Imam Syafii bahwa menjalankan himmah itu termasuk sunnah, tetapi Imam Syaukani mengatakan tidak termasuk sunnah karena belum dilaksanakan oleh Rasulullah. Khabar adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi dan para sahabat, jadi setiap hadits termasuk khabar tetapi tidak setiap khabar adalah hadits. Atsar adalah segala sesuatu yang lebih umum dari hadits dan khabar, yaitu termasuk perkataan tabiin, tabiit-tabiin dan para ulama salaf.
Biasanya perkataan yang disandarkan atau berasal dari selain Nabi disebut atsar. Sunnah adalah Jalan hidup atau kebiasaan yang ditempuh dalam berbuat dan beritiqad (berkeyakinan). Dikatakan sunnah Nabi jika itu disyariatkan, ditempuh dan diridloi oleh Nabi.
Hadits Qudsi adalah hadits yang mengandung kalimat langsung perkataan Allah, cirinya dimulai dengan Allah berkata
Perbedaan Hadits Qudsi dengan Al-Quran :
a. Semua lafad ayat-ayat Al-Quran adalah mukjizat dan mutawatir, sedang Hadits Qudsi tidak.
b. Perlakuan terhadap Al-Quran -dilarang menyentuhnya bagi yang berhadas kecil, dilarang membacanya bagi yang ber hadas besar- tidak berlaku bagi Hadits Qudsi.
c. Membaca Al-Quran setiap hurufnya mendatangkan pahala, sedang membaca Hadits Qudsi tidak.
d. Al-Quran semua susunan kata-katanya redaksinya berasal dari Allah, sedangkan Hadits Qudsi redaksi kata-katanya terserah Rasulullah.

Workshop adalah sebuah acara pembelajaran yang singkat dan intensif, dengan topik yang relatif sempit, dan biasanya menekankan pertukaran informasi, interaksi antar peserta, dan pembahasan yang sering bersifat tutorial dan cenderung teknis. Karena sifatnya yang lebih teknis, sering diberikan setelah ada pemberian informasi yang lebih menekankan teori, misalnya yang berbentuk seminar ataupun konferensi. Misalnya kalau seminarnya tentang pentingnya business plan bagi UKM, maka workshopnya membahas tentang bagaimana cara membuat business plan yang baik dan menjual. Pembahasan lebih dalam terutama mengenai HOW TO, akan didapatkan dalam sebuah workshop. Penekanannya sering lebih ke arah aktivitas dan pengembangan keterampilan, dan banyak menggunakan prinsip-prinsip yang berhubungan dengan pembelajaran orang dewasa.

Sejak awal sesi, peserta perlu mengetahui hasil yang diharapkan dari lokakarya ini dan mengapa penting bagi mereka untuk mencapainya. Tidak seperti peserta didik yang lebih muda, orang dewasa biasanya tidak termotivasi oleh nilai. Pembicara harus dengan jelas memperlihatkan tujuan pembelajaran lokakarya dan menjelaskan bagaimana peserta akan dapat menerapkan tujuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Instruksi untuk orang dewasa harus dibangun dengan cara menyelesaikan tugas atau memecahkan masalah yang peserta hadapi. Peserta juga harus diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman mereka sendiri sesuai topik yang dibicarakan. Hal ini membuat mereka terlibat dan memberikan contoh-contoh yang dapat digunakan untuk menggambarkan konsep-konsep kunci (tujuan) dari sesi lokakarya. Perancang workshop perlu memusatkan untuk memberikan pengalaman belajar yang berkualitas.[]MZ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar