Senin, 17 Februari 2014

Mengapa Motivasi Diri Begitu Penting?

Pentingnya motivasi diri bisa dipahami dengan sangat sederhana. Bukankah untuk sukses kita harus bertindak? Ya tentu saja. Tindakan akan ada jika kita memiliki alasan, pendorong, atau penarik yang cukup. Inilah yang disebut motivasi. Intinya, dengan motivasi diri yang cukup, Anda akan bertindak.



Sudah Cukupkah Motivasi Diri Saya?

Saya sudah bertindak, apakah saya sudah cukup memiliki motivasi diri? Ya, Anda sudah memiliki motivasi diri yang baik. Buktinya Anda sudah mau bertindak. Tindakan adalah indikator adanya motivasi dalam diri Anda.
Tapi tunggu dulu. Anda harus bertanya lebih jauh lagi. “Apakah motivasi diri saya cukup untuk mengantarkan saya meraih sukses?”
Analoginya adalah semakin jauh perjanalan yang akan kita tempuh, maka akan semakin besar energi (bahan bakar) yang diperlukan untuk mencapai tujuan kita. Begitu juga dengan sukses Anda, seberapa besar sukses Anda akan menentukan sejauh mana Anda membutuhkan motivasi.
Banyak orang yang memiliki motivasi, kemudian dia bertindak. Namun, tidak lama kemudian dia berhenti atau menyerah. Jelas disini, motivasi diri yang dia miliki masih kurang untuk mencapai sukses.
Coba kita lihat dengan contoh kasus.
Kasus 1: Ada orang yang mau mencari nafkah, tapi itu pun kalau kebetulan ada yang ngajak atau peluang ada di depan mata. Jika tidak ada, dia santai-santai saja.
Kasus 2: Ada orang yang seharian bekerja. Mulai jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Setelah itu dia santai, istirahat, dan nonton TV sampai tidur.
Kasus 3: Ada orang yang kerja seharian. Setelah pulang dia belajar, memperdalam berbagai bidang berkaitan dengan karirnya. Baik dengan membeli buku, ebook, video, atau kursus. Atau dia memiliki bisnis sampingan, baik sebagai sales, distributor MLM, jasa, dan sebagainya.
OK, tentu saja masih banyak kasus yang bisa saya berikan untuk meihat tingkat motivasi diri seseorang. Ketiga kasus diatas hanya sebuah gambaran bahwa motivasi diri setiap orang bisa berbeda meski dia sudah mau bertindak.
Sekarang ukurlah tingkat motivasi diri Anda. Sudahkan cukup untuk mencapai cita-cita Anda?

Motivasi Diri Itu Perlu Dijaga

Adalah salah jika kita menganggap kalau motivasi itu permanen. Motivasi adalah kondisi pikiran. Iman saja bisa turun (futur) apalagi dengan motivasi. Artinya perlu upaya untuk terus menjaga motivasi agar tidak turun ke dalam kondisi yang sudah tidak tertolong lagi, yaitu penyakit malas kronis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar