Selasa, 11 Februari 2014

Kegemaran Unik di Usia Dini

Foto: Kegemaran Unik di Usia Dini

Pekayon, Marawis adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur Tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta.

Musik ini dimainkan oleh minimal sembilan atau sepuluh orang. Setiap orang memainkan satu buah alat sambil bernyanyi. Terkadang, untuk membangkitkan semangat, beberapa orang dari kelompok tersebut bergerak sesuai dengan irama lagu. Semua pemainnya pria, dengan busana gamis dan celana panjang, serta berpeci. namun ada juga wanita. Uniknya, pemain marawis bersifat turun temurun. Sebagian besar masih dalam hubungan darah - kakek, cucu, dan keponakan. Sekarang hampir di setiap wilayah terdapat marawis.

Seperti halnya sebut Saja Gilang Y P. Yang suka sekali memainkan marawis tersebut, mengenal alat musik tersebut sejak bergabung didalam suatu mengajian anak yang bertempat di Musholah Daru Mu'minin Pekayon Jakarta, Sejak itupun Gilang membentuk team dengan kawan - kawan untuk menjadi kelompok marawis yang kompak. Sehingga dengan kegigihannya gilang sering dipanggil untuk mengikuti lomba marawis tersebut.

Perlombaan tersebut berbagai macam lokasi, acara serta tempat. Seperti halnya perlombaa itu tak lama diselenggarakan, namun pada kesempatan kali ini Gilang bersama kawan - kawan ikut lomba marawis perwakilan disekolahnya bersama kawan satu teamnya, yang bertempat di Masjid Al Badru Pekayon Jakarta Timur."  Walaupun pada kali ini saya mendapat juara 2, tapi kami senang kan kita menang hehehe" ujar Gilang Siswa 04 PT Pekayon Jakarta Timur, Meskipun baru usia 9 Tahun Gilang tetap gigih untuk mencoba untuk baik lagi. Karena di usia yang rentan tersebut dapat sekali masuk suatu pergaulan yang negative serta perilaku yang  tidak baik, jadi setidaknya dengan menyukai marawis tersebut dapat mendorong untuk menjadi siswa yang terampil serta memiliki kreatifitas yang tinggi. []MZ

Pekayon, Marawis adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur Tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta.

Musik ini dimainkan oleh minimal sembilan atau sepuluh orang. Setiap orang memainkan satu buah alat sambil bernyanyi. Terkadang, untuk membangkitkan semangat, beberapa orang dari kelompok tersebut bergerak sesuai dengan irama lagu. Semua pemainnya pria, dengan busana gamis dan celana panjang, serta berpeci. namun ada juga wanita. Uniknya, pemain marawis bersifat turun temurun. Sebagian besar masih dalam hubungan darah - kakek, cucu, dan keponakan. Sekarang hampir di setiap wilayah terdapat marawis.

Seperti halnya sebut Saja Gilang Y P. Yang suka sekali memainkan marawis tersebut, mengenal alat musik tersebut sejak bergabung didalam suatu mengajian anak yang bertempat di Musholah Daru Mu'minin Pekayon Jakarta, Sejak itupun Gilang membentuk team dengan kawan - kawan untuk menjadi kelompok marawis yang kompak. Sehingga dengan kegigihannya gilang sering dipanggil untuk mengikuti lomba marawis tersebut.

Perlombaan tersebut berbagai macam lokasi, acara serta tempat. Seperti halnya perlombaa itu tak lama diselenggarakan, namun pada kesempatan kali ini Gilang bersama kawan - kawan ikut lomba marawis perwakilan disekolahnya bersama kawan satu teamnya, yang bertempat di Masjid Al Badru Pekayon Jakarta Timur." Walaupun pada kali ini saya mendapat juara 2, tapi kami senang kan kita menang hehehe" ujar Gilang Siswa 04 PT Pekayon Jakarta Timur, Meskipun baru usia 9 Tahun Gilang tetap gigih untuk mencoba untuk baik lagi. Karena di usia yang rentan tersebut dapat sekali masuk suatu pergaulan yang negative serta perilaku yang tidak baik, jadi setidaknya dengan menyukai marawis tersebut dapat mendorong untuk menjadi siswa yang terampil serta memiliki kreatifitas yang tinggi. []MZ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar