Minggu, 09 Februari 2014

Mainan yang Tak Lekang Oleh Zaman














Jakarta, Taukah Anda banyak suatu permainan yang diminati oleh sebagian anak - anak yakni, Gundu atau kelereng hingga yang biasa disebut oleh Tale, Monopoli, Tali Karet. Polisi - Polisian hingga tang Jongkok atau Tak Ngumpet, Bukan hanya itu masyarakat sekarang suka sekali yang nama brend atau apa saja permainan yang banyak diminati maka banyak sekali yang mengikutinya. Bukan hanya itu tak tarasa bahwa permainan tersebut tenar di tengah - tengah masyarak hingga kini yakni, Gundu, Layang - layang hingga bermain kartu yang biasa disebut oleh anak - anak yakni gambaran, gambaran tersebut termasuk mainan yang tenar hingga kini, karena mainan tersebut memiliki keunggulan tersendiri yakni dengan adanya gambar kartu yang disukai seperti Doraemon, Digimon dll.

Permainan dan anak merupakan dua dunia yang tidak dapat dipisahkan. Hampir sepanjang waktu kehidupannya, anak selalu dalam kondisi bermain. Permainan yang pertama kali dijumpai oleh anak adalah permainan tradisional yang diperoleh secara turun temurun. Jadi secara alamiah anak akan bermain dengan permainan tradisional yang dijumpai di lingkungannya, di samping juga permainan yang lain. Gejala seperti ini masih sering dijumpai di daerah pedesaan, sedangkan di daerah perkotaan permainan tradisional sudah banyak digantikan oleh permainan yang relatif baru atau modern.
Dari segi permainan, dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu permainan yang sifatnya untuk bermain (play) dan permainan untuk bertanding (games). Yang pertama adalah jenis permainan yang sifatnya hanya untuk bermain/lebih bersifat sebagai pengisi waktu luang atau rekreasi sedangkan jenis permainan bertanding mempunyai sifat khusus seperti lebih terorganisasi, kompetitif, dimainkan paling sedikit dua orang, mempunyai kriteria yang menentukan menang dan kalah, serta mempunyai peraturan permainan yang telah diterima oleh pesertanya.
Permainan anak-anak merupakan salah satu sarana kegiatan pendidikan di luar sekolah yang sangat penting artinya dalam proses sosialisasi. Anak-anak belajar mengenal nilai-nilai budaya dan norma-norma sosial yang diperlukan sebagai pedoman untuk pergaulan sosial dan memainkan peran sesuai dengan kedudukan sosial yang nantinya mereka lakukan.
Permainan anak atau sering disebut dengan dolanan anak-anak merupakan salah satu aset budaya bangsa yang harus tetap dilestarikan. Maksud pelestarian adalah menjaga agar permainan anak tradisional tetap ada, dan akan lebih baik jika permainan anak tradisional dapat berkembang. Akan tetapi pada kenyataannya hal tersebut sulit untuk dilakukan.
Salah satu faktor penyebab “hilang”nya permainan tradisional adalah dengan adanya arus globalisasi yang dirasakan dunia termasuk Indonesia, menyebabkan terjadinya perubahan tata nilai tradisional yang didukung oleh hadirnya produk-produk modern ikut pula mempengaruhi keberadaan permainan tradisional.
Melihat beberapa kendala yang dihadapi oleh keberadaan permainan anak tradisional, maka perlu kiranya ada upaya agar permainan anak tradisional tetap “eksis”, terutama oleh masyarakat pendukung permainan tersebut. Sebab di dalam permainan anak terutama permainan anak tradisional mempunyai arti yang sangat penting dalam pendidikan budaya bangsa. Terutama untuk menanamkan nilai-nilai budaya, norma-norma sosial serta pandangan hidup. Karena itu menggali kembali kekayaan budaya lokal, seperti dolanan anak, perlu dilakukan agar anak-anak tumbuh sesuai dengan lokalitas mereka.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar