Minggu, 11 Januari 2015

Focus Group Dicssucion (FGD) “ Peta Politik Islam”


Mahasiswa adalah penggerak suatu persoalan yang telah terjadi, hiruk pikuk persoalan di bangasa ini seolah tak ada habisnya. Bergerak serta maju untuk membubuhi opini ideology islam adalah salah satu factor penggerak melawan system yang rusak ini, maka dari itu Mahasiswa Islam Jakarta menggelar FGD (Focus Group Dicssucion). Acara tersebut dibuka oleh saudara Saiful Bahri dan Dede Rosadi, aktivis kampus islam tersebut, dengan gagah serta percaya diri ia membuka acara yang baik itu. Acara tersebut diselenggarakan pada Pukul 16.00 – Selesai yang bertepatan pada tanggal 11 Jan 2015, dengan pembicara M. Ghustar Umam aktivitis Gema Pembebasan Jakarta, yang Bertemakan “ Peta Politik Islam”, "Bagaimana Keadaan Umat Islam saat ini " 


Fakta, umat Islam di masa sekarang berada pada salah satu masa terburuknya sejak cahaya Islam muncul di Makkah dan benderang di Madinah. Keadaan umat Islam sekarang lebih buruk daripada masa-masa suram ketika bangsa Mongol menghancurkan Baghdad, membunuh khalifah dan menjadikan jalanan Baghdad basah oleh darah umat Islam. Masa itu memang merupakan masa yang sangat suram bagi umat Islam, namun kondisi umat Islam sekarang lebih buruk dari masa tersebut.
Saat itu, Baghdad menjadi lautan darah. Saat ini, bukan cuma Baghdad yang bermandikan darah dan porak-poranda, tapi juga Bashrah, Yerusalem, Ghaza, Kabul, Islamabad, Kashmir dan kota-kota Islam lainnya. Saat itu, khalifah terbunuh oleh pasukan Mongol. Sekarang, umat Islam telah hidup puluhan tahun tanpa khalifah, tanpa imam bagi seluruh umat Islam, padahal semua ulama, mutaqaddimin dan mutaakhkhirin –kecuali ulama su’-, bersepakat bahwa mengangkat seorang imam atau khalifah bagi seluruh umat Islam merupakan kewajiban yang dibebankan di setiap pundak umat Islam.
Dan fitnah terbesar umat Islam di masa ini adalah ketika sebagian besar umat Islam tidak menyadari kondisi mereka sebenar- benarnya. Mereka sekarang tak peduli lagi dengan Islam dan peradabannya dan lebih mengagungkan peradaban barat yang sekuler bahkan anti tuhan. Mereka menganggap Islam sama dengan agama-agama lain, hanya mengatur aspek-aspek spiritual saja, dan tak punya aturan dalam kehidupan masyarakat, tak punya tuntunan dalam bidang sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, politik dan pemerintahan. Umat Islam sekarang senang mendengar ceramah dan khutbah yang menganjurkan sedekah dan sabar, namun ‘sakit telinga’ ketika mendengar da’i yang menyerukan penerapan Islam secara kaffah.
Maka dari itu dengan adanya diskusi antar kampus Jakarta akan membuka mata fatamorgana yang ada di dunia ini. []MZ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar